Sukabumi ( Sukabumi Pos )-Jalan Kabupaten Sukabumi sepanjang 1.424,36 KM dan sepanjang 507 Km rusak berat, untuk memperbaiki butuh anggaran besar dengan metode beton dan hotmix. Sepanjang tahun 2025, Dinas PU sudah memperbaiki dengan aspal hotmix.
Kepala Dinas PU Kabupaten Sukabumi, Uus Firdaus, menambahkan, sepanjang 2025 perbaikan jalan didominasi oleh metode hotmix yang dianggap lebih efisien dalam menjangkau banyak titik.
Sementara metode pengecoran diterapkan hanya pada ruas-ruas prioritas, terutama yang dilalui angkutan berat atau memiliki kontur yang membutuhkan kekuatan struktur lebih tinggi.
“Pengerjaan jalan didominasi oleh hotmix, karena pengecoran kan biayanya tinggi, dua kali lipat dari pengaspalan. Kecuali di lokasi yang memang banyak dilalui angkutan berat,” terangnya.
Menurutnya, perbaikan dengan metode pengecoran memang memiliki keunggulan dalam hal durabilitas struktur, sehingga usia jalan lebih panjang. Namun dari sisi pembiayaan, hotmix dinilai lebih efisien.
"Sehingga dapat menjangkau ruas jalan yang lebih luas dalam pelaksanaan pembangunan dan pemeliharaan," pungkasnya.
Uus menjelaskan, untuk kemantapan insfrastruktur yang membentang sepanjang ratusan kilometer pemerintah membutuhkan anggaran besar.
"Untuk dapat mencapai tingkat kemantapan jalan hingga 80% Dinas PU Kabupaten Sukabumi membutuhkan biaya sekitar Rp. 1,3 Triliun. Ikhtiar pengabdian harus tetap berlanjut, sekalipun dalam keterbatasan anggaran dan besarnya tekanan" jelasnya
Kabupaten Sukabumi adalah kabupaten terluas di pulau Jawa dan Bali dengan bentangan jalan kabupaten yang berbatasan dengan beberapa kabupaten di Jawa Barat dan berbatasan dengan provinsi Banten.
" Luasnya wilayah, anggaran yang terbatas serta kebutuhan warga yang mendesak, adalah kenyataan yang harus diperjuangkan. Jika ada kritik dan saran, adalah hal yang wajar, datang dari warga. Tapi percayalah, keinginan itu sedang diperjuangkan, dan itu merupakan bagian dari pengabdian “ jelas Uus menutup obrolan.
Editor : Nurman
Reporter : Amuy Mulyadi