Fenomena Alam “Bugeul” Kembali Terjadi di Muara Cikaso, Air Sungai Meluber Bentuk Danau Musiman

 

Jampang ( Sukabumi Pos)-Fenomena alam yang dikenal masyarakat setempat dengan sebutan “Bugeul” kembali terjadi di kawasan Muara Cikaso. 

Peristiwa unik ini merupakan fenomena tertutupnya mulut muara Sungai Cikaso oleh gundukan pasir pantai akibat pengaruh angin laut dan gelombang, terutama saat musim kemarau.

Akibat tertutupnya jalur aliran sungai menuju laut, air dari hulu Sungai Cikaso tertahan dan kemudian meluber ke daratan di sekitar kawasan pesisir. 

Genangan air yang terbentuk bahkan menyerupai danau atau situ musiman. Fenomena Bugeul biasanya terjadi ketika musim kemarau, saat debit air Sungai Cikaso mengalami penurunan. 

Berdasarkan informasi warga setempat, peristiwa tersebut diperkirakan terjadi secara berkala, bahkan dapat muncul dalam rentang waktu sekitar tiga tahun sekali. Fenomena Bugeul di Muara Cikaso sebelumnya diketahui pernah terjadi pada tahun 2023.

Proses terjadinya Bugeul bermula ketika angin kencang dan gelombang laut membawa material pasir ke arah bibir muara. Material tersebut kemudian terus menumpuk hingga membentuk semacam bendungan alami yang menutup jalur keluarnya air Sungai Cikaso menuju laut.

Sementara itu, air sungai dari wilayah hulu terus mengalir. Karena jalur menuju laut tertutup oleh tumpukan pasir, air akhirnya tertahan dan meluber ke kawasan pesisir hingga membentuk genangan air yang luas.

Warga sekitar Muara Cikaso, Nurdin Rikmana, mengatakan fenomena Bugeul membawa sejumlah dampak bagi kehidupan masyarakat, khususnya para petani yang memiliki lahan di sekitar kawasan muara.

“Dampak dari terjadinya Bugeul ini mengakibatkan lahan pertanian terendam. Air yang meluber membanjiri sawah dan ladang warga, sehingga berpotensi memicu gagal panen bagi para petani,” ujar Nurdin.

Selain merendam lahan pertanian, limpahan air sungai juga dapat menggenangi halaman rumah warga serta akses jalan di sekitar pesisir.

“Halaman rumah maupun akses jalan di sekitar pesisir ikut terendam oleh air limpahan sungai. Aktivitas warga pun terganggu, termasuk jalur transportasi air dan aktivitas nelayan serta masyarakat di sekitar muara,” lanjutnya.

Meski kerap menimbulkan kerugian akibat banjir limpahan dan terganggunya aktivitas masyarakat, fenomena Bugeul ternyata juga memiliki sisi positif bagi ekosistem maupun warga sekitar.

Menurut Nurdin, salah satu keuntungan yang dirasakan masyarakat adalah melimpahnya ikan di genangan air yang terbentuk akibat tertutupnya muara.

“Fenomena Bugeul ini juga membawa keuntungan bagi nelayan dan warga sekitar. Banyak ikan yang berkumpul dan melimpah, sehingga cukup menguntungkan bagi masyarakat,” katanya.

Air sungai yang tertahan kemudian membentuk genangan luas menyerupai danau atau situ yang oleh masyarakat setempat disebut Bugeul. 

Kondisi tersebut menyebabkan ikan berkumpul dalam jumlah cukup banyak sehingga memudahkan warga dan nelayan untuk menangkap ikan menggunakan jaring maupun pancing.

Selain memberikan keuntungan bagi masyarakat, keberadaan genangan air tersebut juga menciptakan pemandangan yang unik di kawasan Muara Cikaso. Hamparan air yang tenang dan luas di tepi pantai menjadi daya tarik tersendiri dan sering dimanfaatkan warga sebagai lokasi rekreasi maupun wisata air musiman.

Fenomena Bugeul juga dinilai memberikan manfaat sementara bagi lingkungan dan ekosistem sekitar muara. Tertahannya aliran air memungkinkan material sedimen seperti lumpur dan pasir halus dari hulu mengendap di dasar genangan.

Kondisi tersebut membuat air di kawasan muara cenderung menjadi lebih tenang dan jernih. 

Selain itu, genangan yang kaya akan ikan kecil juga menjadi habitat sementara bagi berbagai jenis burung air yang datang untuk mencari makan.

Fenomena Bugeul Muara Cikaso menjadi salah satu peristiwa alam khas di kawasan pesisir yang menunjukkan perubahan dinamis antara aliran sungai, angin, gelombang laut, dan kondisi musim.

Di satu sisi, fenomena tersebut dapat menimbulkan dampak berupa terendamnya lahan pertanian dan terganggunya aktivitas warga. Namun di sisi lain, Bugeul juga menghadirkan berkah berupa melimpahnya ikan, terbentuknya habitat sementara bagi satwa air, serta panorama alam unik yang berpotensi menjadi daya tarik wisata musiman di Muara Cikaso.

Redaktur : Tangga
Editor : Hilman
Reporter : Riswanto
Lebih baru Lebih lama