Sukabumi ( Sukabumi Pos) — Tidak semua juara lahir dari mereka yang sejak awal menekuni olahraga. Ada pula yang justru datang dari dunia yang berbeda.
Seperti Tsabit Mubarak Putra Afwani, seorang anak yang dikenal memiliki hobi menggambar, namun mampu menunjukkan prestasi gemilang di arena pencak silat tingkat nasional.
Di balik keberhasilan Tsabit, ada sebuah proses sederhana namun penuh makna. Ia didorong untuk mencoba sesuatu yang berada di luar zona nyamannya. Dari yang terbiasa menuangkan imajinasi melalui gambar, Tsabit mulai mengenal dunia pencak silat.
Keputusan itu ternyata menjadi langkah penting dalam perjalanan prestasinya.
Tsabit berhasil menyabet Juara 1 dalam Kejuaraan Pencak Silat Jaraido Championship tingkat nasional yang digelar di Sukabumi.
Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa keberanian mencoba hal baru dapat membuka jalan menuju pencapaian yang sebelumnya mungkin tidak pernah dibayangkan.
Bagi kedua orang tuanya, Iswandi dan Mega Nuraprianty, keberhasilan Tsabit tentu menjadi kebanggaan tersendiri. Anak yang memiliki kegemaran menggambar itu kini mampu berdiri sebagai seorang juara di arena pencak silat.
Guru olahraga Tsabit, Andi Permana, mengungkapkan bahwa awalnya ia sengaja mengajak Tsabit mencoba pencak silat untuk mendorongnya keluar dari zona nyaman.
“Saya mencoba Tsabit supaya anak ini keluar dari zona aman, dari hobi menggambar ke silat. Dan Alhamdulillah, Tsabit mampu menyabet juara 1 di event Kejuaraan Pencak Silat Jaraido Championship tingkat nasional,” ujar Andi.
Menurut Andi, keberhasilan Tsabit tidak hanya berbicara tentang medali dan gelar juara. Lebih dari itu, pencapaian tersebut menunjukkan bahwa setiap anak memiliki potensi yang dapat berkembang ketika diberikan kesempatan, kepercayaan, serta ruang untuk mencoba.
Perjalanan Tsabit dari seorang anak yang gemar menggambar menuju podium juara pencak silat menjadi cerita menarik tentang keberanian keluar dari kebiasaan. Hobi menggambar tetap menjadi bagian dari dirinya.
Namun kini, Tsabit memiliki pengalaman baru di arena silat, sebuah pengalaman yang mengajarkannya tentang disiplin, keberanian, latihan, dan pantang menyerah.
Medali juara pertama di Jaraido Championship pun menjadi awal dari sebuah cerita.
Dari garis-garis gambar yang biasa ia buat, Tsabit kini mulai menorehkan “garis” prestasinya sendiri melalui gerakan dan semangat di atas gelanggang.
Boleh jadi, inilah pesan paling sederhana dari perjalanan Tsabit: bakat tidak selalu ditemukan di tempat yang kita duga. Terkadang, ia muncul ketika seorang anak berani mencoba sesuatu yang baru.
Penulis : Rangga
