Palabuhanratu ( Sukabumi Pos )-Pemerintah Kabupaten Sukabumi menyampaikan jawaban atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sukabumi Tahun Anggaran 2027.
Jawaban Bupati Sukabumi H. Asep Japar tersebut disampaikan melalui Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Sukabumi yang berlangsung di Ruang Sidang DPRD Kabupaten Sukabumi, Palabuhanratu, Jumat, 2/10/2026.
Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Budi Azhar Mutawali dan dihadiri unsur Forkopimda, perangkat daerah, para camat, serta undangan lainnya.
Dalam penyampaiannya, Wakil Bupati mengatakan berbagai masukan, saran, dan pandangan yang disampaikan fraksi-fraksi DPRD menjadi bahan penting bagi pemerintah daerah dalam melakukan evaluasi dan penyempurnaan penyusunan APBD 2027.
Pemerintah Kabupaten Sukabumi, lanjutnya, berkomitmen menyusun anggaran yang efektif, efisien, transparan, serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Untuk meningkatkan pendapatan daerah, Pemkab Sukabumi akan mengoptimalkan sektor pajak dan retribusi melalui digitalisasi, pemutakhiran data wajib pajak, penagihan piutang, serta pengembangan berbagai potensi daerah.
“Untuk meningkatkan pendapatan, Pemkab Sukabumi akan mengoptimalkan pajak dan retribusi melalui digitalisasi, pemutakhiran data wajib pajak, penagihan piutang, serta pengembangan potensi pariwisata, pertambangan, perikanan, dan properti tanpa membebani masyarakat kecil,” ujar Andreas membacakan jawaban Bupati.
Sementara dari sisi belanja, pelayanan dasar masyarakat tetap menjadi prioritas pemerintah daerah. Dalam rancangan APBD 2027, anggaran pendidikan dialokasikan sebesar 31,16 persen dan kesehatan sebesar 18,95 persen dari belanja daerah.
Adapun pembangunan infrastruktur akan diarahkan pada kebutuhan strategis, di antaranya peningkatan ruas jalan, pembangunan dan rehabilitasi irigasi, penyediaan air minum, sanitasi, serta peningkatan akses menuju kawasan wisata.
“Dari sisi belanja, pelayanan dasar tetap menjadi prioritas. Anggaran pendidikan dialokasikan 31,16 persen dan kesehatan 18,95 persen dari belanja daerah. Infrastruktur difokuskan pada ruas strategis, irigasi, air minum, sanitasi, serta akses kawasan wisata,” katanya.
Lebih lanjut, APBD 2027 juga diarahkan untuk memperkuat sektor pertanian dan agroindustri, ketahanan pangan, pariwisata, UMKM, koperasi, serta mendukung percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Sukabumi.
Bupati Sukabumi menegaskan bahwa efisiensi anggaran bukan semata-mata dilakukan dengan memangkas belanja. Efisiensi harus dimaknai sebagai upaya memastikan setiap program dan kegiatan memiliki target serta hasil yang terukur dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Editor : Hilman
Reporter : Herianto